02
Mar
10

KEBERADAAN MARGA SILALAHI DI TOLPING / PANGURURAN

Bius (negeri)  Tolping yang terdapat di negeri Ambarita dikuasai oleh campuran berbagai marga ( Suhut ni huta ) , di antaranya :

  • Raja Bona ni Ari, dipangku marga Sihaloho
  • Raja Pande Nabolon, dipangku marga Silalahi
  • Raja Panuturi, dipangku marga Silalahi
  • Raja Panullang, dipangku marga Sigiro
  • Raja Bulangan, dipangku Marga Sidabutar (Nai Ambaton )
  • Raja Pangkombari, dipangku marga Siallagan

Keberadaan marga Silalahi di Tolping  diawali dari Siraja Tolping , yaitu keturunan Toguraja Sihaloho dan keturunan Raja Partada dari Pangururan. Raja Partada ialah anak dari Debang Raja yang  meninggalkan Silalahi Nabolak dan merantau ke Panguruan dan menamai dirinya Ompu Sinabang alias Ompu Lahisabungan.  Sampai saat ini, makam / tambak Ompu Lahisabungan ada di Dolok Parmasan ( tanah pekuburan ) di Pangururan , Samosir. Keturunan Raja Partada kemudian memakai Silalahi. Namun kemudian pasca MUBES keturunan Raja Silahi Sabungan di Silalahi Nabolak 1968, kelompok marga Silalahi atas nama utusan dari Tolping dan Pangururan menolak Tarombo Raja Silahi Sabungan dengan 2 Istri dan 8 Anak. Kelompok ini bersikukuh bahwa istri Raja Silahi Sabungan adalah 3 dan mereka adalah keturunannya. Karena dianggap ngawur, mereka kemudian diusir dai Silalahi Nabolak. Alhasil, mereka kemudian eksis menamai marga mereka Silalahi Raja dan sampai saat ini tetap menolak eksistensi tarombo Raja Silahi Sabungan , Silalahi Nabolak. Meski demikian, keturunan Raja Silahisabungan di Silalahi Nabolak tetap menganggap mereka ( kelompok Silalahi Raja ) sebagai keturunan Raja Silahi Sabungan , keturunan Sihalaho dan Ompu Lahisabungan alias Bursok Raja bin Debang Raja. Namun umumnya, kelompok Silalahi Raja enggan mengakuinya dan malah memilih eksis tersendiri (terpisah) dari keturunan Raja Slahisabungan lainnya.

Di Pangururan Samosir, keberadaan marga Silalahi termasuk dalam kategori marga pendatang. Hal ini terlihat jelas dari posisi marga Silalahi sebagai Raja Boru diantara marga Raja Tanah (Partano Golat) atau marga Suhut ni huta di negeri Bius Pangururan yang disebut Sitolu Hae Horbo , yaitu  :

  1. Marga Naibaho
  2. Marga Sitanggang
  3. Marga Simbolon

Dari marga tanah ( suhut ni huta ) inilah kemudian terbentuk Raja Partali dari cabang tiap – tiap marga atau marga pendatang yang menjadi bagian marga Suhut ni huta , misalnya :

  1. Dari marga Naibaho, dibentuk Raja Partali Naibaho Siahaan, Hutaparik, Sitangkaraen, Sidauruk, dan Siagian.
  2. Dari Marga Sitanggang, dibentuk Raja Partali Sitanggang, Sigalingging, Malau, dan Sinurat.
  3. Dari Marga simbolon, dibentuk Raja Partali Simbolon, Tamba, Nadeak, dan Silalahi.

Fakta hubungan sosial marga Silalahi dengan marga Simbolon di Bius Pangururan juga memposisikan rendahnya tingkat marga Silalahi di Bius Pangururan, hal ini  karena marga Silalahi adalah pendatang di Bius Pangururan da kemudian menjadi Boru dari Simbolontuan saja, ini artinya tidak semua marga Simbolon memiliki hubungan kekerabatan (tutur) Boru kepada marga Silalahi di Pangururan.


0 Responses to “KEBERADAAN MARGA SILALAHI DI TOLPING / PANGURURAN”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: