02
Jan
10

INTEGRASI DIASPORA SILALAHI NABOLAK

Integrasi Pomparan Raja Silahi Sabungan

Prakata Penulis

Sebagaimana turi-turian (cerita rakyat) yang umumnya berlaku dalam kultur masyarakat Toba bahwa Silahi Sabungan adalah salah sau putra dari Sorbadi Banua , cucu Siraja Batak yang bermukim di Lumban Gorat, Balige. Tuan Sorbadi Banua memiliki 4 putra, yaitu : Sibagotni Pohan, Silahi Sabungan, Sipaittua dan Siraja Oloan. Sibagotni Pohan bertahan bermukim di Balige. Silahi Sabungan, Sipaittuan dan Siraja Oloan kemudian merantau mencari tempat tinggal masing-masing, keluar dari Toba – Balige. Siraja Oloan memilih tinggal di sekitar Laguboti. Sipaittua kemudian memilih menetap di Bakkara-Pangururan Samosir, dan Silahi Sabungan kemudian memilih menetap di Silalahi Nabolak, tanah belantara Pak-pak.

Sejak jaman pendudukan kolonial Belanda pada pertengahan abad ke-18, Silalahi Nabolak kemdian dimasukkan kedalam teritori administratif (residen) Karo-Simalungun yang berpusat di Saribudolok waktu itu. Namun kemudian terpisah dan sejak kemerdekaan NKRI, kawasan Silalahi Nabolak masuk dalam teritori Pak-pak Dairi sebagai Kecamatan Silahi Sabungan.

Merupakan kebanggaan tersendiri untuk kita Pomparan (keturunan) Raja Silahi Sabungan dewasa ini. Sebagai pomparan , kita diwariskan suatu Poda ( wejangan ) supaya para keturunan kita kelak dapat memmahami dan melaksanakannya, yaitu Poda Sagu-sagu Marlangan. Memang , secara ilmiah, validitas atau keabsahan sebuah turi-turian (cerita rakyat) sangatlah lemah, karena tidak dapat dibuktikan denga fakta-fakta tertulis. Sehingga ini kemudian dapat menjadi hal yang sangat berkepanjangan bila dipermasalahkan. Namun satu hal yang perlu kita perhatikan adalah niat dan kearifan Raja Silahi Sabungan untuk keturunanannya. Dan ini telah diturunkan secara turun temurun bagi keturunannya di Silalahi Nabolak, sebagai Bona Pasogit ( tanah leluhur ) yang diwariskan oleh Raja Silahi Sabungan kepada keturunannya.

Pinungkani Sijolo-jolo tubu , ihuthononni na umpudi. Artinya : nilai-nilai kultur dan sosial yang telah ditetapkan dan dilaksanakan oleh para leluhur maka itu pulalah yang akan terus dilaksanakan oleh para keturunannya, sampai saat ini. Tentu saja semua ini sejauh bersesuaian dengan situasi dan perkembangan nilai-nilai kultur-sosial kehidupan manusia sepanjang jaman. Adakalanya kita sering diperhadapkan dengan perbedaan-perbedaan, dapat dimaklumi karena memang kita hanya berdasar dari cerita-cerita rakyat (dongeng turun temurun ). Kita dituntut untuk dapat menyikapinya dengan sikap jernih bebesar hati. Dengan tidak memperbesar perbedaan dengan tujuan untuk persatuan. Namun yang paling penting dengan tidak merusak apa yang telah dilakukan oleh nenek moyang kita, sebagai kultur dan budaya , khususnya Pomparan Raja Silahi Sabungan diaspora Silalahi Nabolak.

( sumber : Buku, Integritas Raja Silahi Sabungan , Sipayung Hoga , 2009 ).


0 Responses to “INTEGRASI DIASPORA SILALAHI NABOLAK”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: